WELCOME TO MY BLOGS

Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

Minggu, 06 November 2011

Mengapa putus cinta
.
* “Sebuah hati yang hancur karena putus cinta tergolong ke dalam pengalaman paling menyakitkan dalam hidup manusia,” kata David Buss, Ph.D., penulis buku The Evolution of Desire: Strategies of Human Mating.

“Pengalaman putus cinta hanya dapat ditandingi oleh rasa sakit psikologis yang disebabkan oleh tragedi seperti kehilangan seorang anak. Sama seperti proses evolusi menciptakan mekanisme hadiah (reward) yang mengisi darah kita dengan rasa nyaman dan nikmat ketika kita sukses memulai hubungan cinta, evolusi juga memperlengkapi kita dengan sirkuit otak yang mengirimkan rasa sakit psikologis luar biasa ketika kita gagal mempertahankan cinta dan kehilangannya.”

* Tidak ada seorang pun yang suka putus cinta dan melukai perasaan orang lain, khususnya orang yang sangat dekat dengannya. Mudah sekali untuk membebankan rasa bersalah kepada seorang wanita sehingga dia tetap berhubungan dengan Anda ketika mereka sudah mengambil keputusan untuk meninggalkan Anda. Ketika Anda menggunakan rasa bersalah untuk mencegah putus cinta, maka Anda telah memanipulasi sebuah hubungan, mengakibatkan Anda dan sang wanita merasakan sakit dan konflik yang lebih besar di masa depan.

* Pria yang mengalami putus cinta memiliki kemungkinan 3-4 kali lebih besar untuk bunuh diri dibanding wanita. Rasa pilu biasanya dikombinasikan dengan alkohol yang menyebabkan banyak pria membawa mobil atau motor kecepatan tinggi dalam keadaan mabuk, berkelahi atau terlibat dalam kegiatan lain yang cenderung mengakibatkan kecelakaan fatal.

* Mengalami putus cinta tidak selalu berarti ada yang salah dengan Anda; seringkali artinya sekedar ada sesuatu yang salah dengan hubungan cinta itu sendiri. Ada banyak figur terkenal yang mengalami kegagalan romansa, dan sama seperti hal itu tidak menganulir nilai mereka sebagai manusia, kegagalan cinta Anda juga tidak menyatakan sesuatu yang negatif tentang diri Anda sebagai manusia.

* Seseorang yang sedang jatuh cinta, berdasarkan penelitian medis, dinyatakan seperti dalam keadaan orang yang kecanduan kokain. Pada fase awal yang penuh dengan emosi protes, orang mengalami putus cinta akan menjadi liar dan putus asa seperti seorang pencandu yang membutuhkan kokain.
Menurut Helen Fisher yang bekerja sebagai profesor antropologi dan peneliti biologi cinta, untuk sementara waktu syaraf-syaraf yang sudah terbiasa menikmati cinta akan menjadi lebih aktif, sensitif dan haus ketika kehilangan dosis cinta. Lalu sistem tubuh akan menyesuaikan diri kembali normal setelah beberapa lama tidak mendapatkan candunya itu.

* Pada awal putus cinta, Anda merasa ingin menolak keadaan tersebut sekaligus mengasingkan diri. Anda menolak pertemuan dengan sahabat dan kegiatan normal. Berikut Anda merasakan kekesalan atau amarah terhadap sang wanita yang memutuskan Anda. Kadang tercampur dengan rasa marah pada diri sendiri karena membiarkan beberapa kesalahan terjadi berulang-ulang hingga akhirnya cinta diputus. Anda akan banyak berandai-andai melakukan pilihan atau tindakan yang berbeda di masa lalu. Tahap terakhir, Anda mulai merasa mati rasa, hampa, seperti mayat hidup. Rasa marah dan kesedihan masih tersimpan di dada, namun kali ini diolah dalam bentuk depresi dan putus asa, kehilangan rasa harga diri dan semangat hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar